Sebagai manusia, kita tidak pernah lepas dari masalah dan tekanan dalam kehidupan sehari-hari. Hal-hal tersebut sering kali menimbulkan rasa tidak nyaman yang kita kenal sebagai stres. Namun, tahukah Anda bahwa stres tidak selalu buruk?
Stres merupakan bagian alami dari kehidupan dan bentuk respon tubuh terhadap berbagai tantangan. Secara umum, stres terbagi menjadi dua jenis, yaitu distress dan eustress. Yuk, kenali perbedaannya!
1. Distress – Stres Negatif
Distress muncul ketika kita merasa kesulitan menghadapi tekanan atau stresor yang ada. Jenis stres ini biasanya menimbulkan emosi negatif seperti cemas, sedih, khawatir berlebihan, hingga rasa tidak berdaya. Jika dibiarkan, distress dapat berdampak buruk pada keseharian — menurunkan motivasi, menimbulkan kelelahan, bahkan berpotensi mengarah pada gangguan kesehatan mental.
Contohnya, ketika seseorang menghadapi tugas kuliah yang sulit dengan tenggat waktu singkat, lalu memilih menyerah dan menghindari tanggung jawab tersebut.
2. Eustress – Stres Positif
Berbeda dengan distress, eustress muncul ketika kita memandang tekanan sebagai tantangan yang memotivasi diri untuk berkembang. Eustress membuat kita fokus pada solusi, bukan pada masalah. Dengan cara pandang positif ini, kita menjadi lebih produktif dan tetap menjaga kesehatan mental maupun fisik.
Misalnya, saat Anda mendapat tugas kuliah yang sulit dan deadline yang ketat, tetapi justru merasa terpacu untuk mencari referensi, belajar lebih giat, dan menyelesaikannya sebaik mungkin. Respon ini menunjukkan Anda sedang mengalami eustress.
Contoh lain, ketika Anda mencoba memasak resep yang rumit, bukan merasa tertekan, Anda justru tertantang untuk menghasilkan masakan yang lezat dan disukai banyak orang.
Bagaimana Agar Stres Kita Mengarah ke Eustress?
Kunci utamanya ada pada cara kita memandang stres itu sendiri. Saat menghadapi tekanan, coba ubah fokus Anda:
- Alihkan perhatian dari masalah menuju solusi dan peluang belajar yang bisa didapat.
- Anggap setiap tantangan sebagai kesempatan untuk berkembang, bukan hambatan.
- Gunakan pengalaman masa lalu sebagai referensi untuk menghadapi situasi baru.
- Sadari bahwa setiap orang memiliki stres dalam hidupnya, dan yang membedakan hanyalah bagaimana kita meresponsnya.
Dengan cara pandang yang lebih positif, stres bukan lagi musuh, melainkan teman yang membantu kita tumbuh dan berkembang.